ADA APA DENGAN GURUKU?

Oleh : Yanti Safitri

Acap kali, dahulu semua lapisan masyarakat sangat menghormati jasa seorang guru. karena dengan adanya seorang guru kini masa depan generasi muda menjadi cerah, dan tidak ketinggalan dalam hal ilmu pengetahuan ataupun yang lainnya. karena dengan proses belajar mengajarlah seorang siswa dan guru akan bekerjasama untuk mensukseskan tujuan pendidikan tersebut.

    Seorang guru akan berusaha mendidik siswanya sampai mereka mengerti dan paham atas apa yang diajarkannya, bahkan seorang guru rela berkorban demi menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas dalam ilmu pendidikan.

    Akan tetapi, lain halnya dengan predikat guru saat ini, yang sudah mulai diabaikan bahkan oleh para siswa-siswinya sendiri. Ada apa dibalik semua itu? semua itu terjadi akibat kecerobohan guru itu sendiri. guru berusaha mendidik dan mengajarkan siswa-siswinya sampai mereka mengerti dan paham. bahkan seorang guru sangat sabar ketika menghadapi siswa yang sulit untuk dididik. akan tetapi ketelatenanlah yang menjadikan siswa-siswinya akhirnya dapat paham dan mengerti apa yang diajarkan oleh guru. namun semua pengajaran yang diberikan oleh seorang guru selama ini, terasa tidak ada artinya tatkala UN tiba. mengapa demikian? karena jika kita lihat dari awal siswa-siswi masuk sekolah mereka diberikan pemahaman-pemahaman dan pengajaran secara terus-menerus, akan tetapi tatkala UN itu tiba guru tersebut jugalah yang malah memberitahu atas kunci jawaban tersebut. karena kekhawatiran para guru terhadap siswa-siswinya tidak lulus saat UN.

    Dengan demikian dapat diartikan bahwa dengan sebuah nilai mereka dapat menyatakan sebuah kelulusan tanpa memikirkan kualitas dan jerihpayah seorang guru selama ini.

    Para guru tersebut menganggap dengan seperti itu mereka menyayangi siswa-siswinya. padahal anggapan tersebut salah besar. justru malah mengajarkan para siswa-siswinya menjadi generasi muda yang tidak jujur. karena dengan tindakan seperti itu, selain menjadi bodoh juga secara tidak langsung telah melahirkan generasi muda yang tidak mandiri.

Explore posts in the same categories: Guru

4 Comments on “ADA APA DENGAN GURUKU?”


  1. sesuatu itu mudah hancur bila ada pengeroposan dari dalam,nah ini yang terjadi dalam dunia pendidikan kita sekrang ini,dunia pendidikan kita menjadi seperti ini karena pelaku-pelaku pendidikan keropos jiwanya,terlalu material orentait,maka terbangun dalam masyarakat bahwa pendidikan yang maju itu pendidikan dengan biaya mahal,belum lagi sikap pemerintah yang ambifalinsi,merka bicara pendidikan dengan bahasa pollitik untuk mendulang suara rakyak sebanyak-banyaknya untuk menjadi pemimpin,tetapi setelah jadi pemimpin ,janji-janji mereka hilang seperti ditelan angin.klau saja setiap guru punya komitmen yang kuat layaknya Ki Hajar D,Dr Soetomo,Dewi Sartika,R.A Kartini tentu Indonesia tetap jaya.


  2. Srdi Yanti Safitri, saya setuju terhadap tulisan anda, namun jangan khawatir, walaupun sedikit demi sedikit, dimulai dari sekolah yang kecil ini dan tergolong baru dengan guru yang terbentuk dengan integritas yang cukup, secara yakin bahwa kami tidak ikhlas kalau guru menjual ketidak jujuran apalagi di dunia pendidikan, dan tolong dibedakan bahwa masih ada kami yang mengedepankan kejujuran daripada meracuni anak didik dengan alasan kekhawatiran besarnya ketidaklulusan, alasan ini menyatakan bahwa proses pembelajaran di sekolah yang berkonspirasi dengan anak didik pada saat UN adalah tidak sesuai dengan pedoman standar, alias mungkin asal-asalan. Kami akan menerima jika anak didik kami tidak lulus (mudah2an tidak terjadi), dan suatu kegagalan harus dilihat dari banyak faktor, apakah sekolah sudah berupaya maksimal, apakah ada penyebab lain?, jadi…..evaluasi solusinya jika hal ini terjadi…salam dari seorang guru yang sedih dengan pendidikan di Indonesia

  3. bbi salemba Says:

    assalamu’alaikum… numpang iklan gratis, tolong disebarkan, semoga bermanfaat !!

    Dibutuhkan segera Mentor :
    Matematika (M-1)
    Fisika (F-1)
    Kimia (K-1)
    Biologi (B-1)
    Bahasa Indonesia (I-1)
    Bahasa Inggris (E-1)
    Ekonomi (A-1)
    IPS Terpadu ( Sejarah, Geografi dan Sosiologi ) (S-1)
    SD Terpadu (Semua Pelajaran ) (S-1)

    Dengan kualifikasi :
    Telah lulus PTN, dengan IPK minimal 3.00
    Menguasai Mata pelajaran yang dipilh
    Mempunyai Pengalaman Mengajar minimal 1 tahun
    Berpenampilan menarik, supel dan mudah bergaul.

    Berkas lamaran (Surat lamaran, Biodata diri, transkip nilai, foto copy KTP,dan lain-lain ) diserahkan langsung ke BBI SALEMBA Kampus Pasar Minggu Komp. Bea Cukai No. 1A Pasar Minggu Jakarta Selatan. Tlp : 78842004. sebelum 30 Juni 2009.


Comment: